Senin, 14 Mei 2012
Sabtu, 12 Mei 2012
Hukum Forex Yang Membuat Bingung
Sampai detik ini saya masih dilema dengan bisnis online yang bernama FOREX ...... pada awal mula saya tau forex dari mantan pacar saya yang sekarang menjadi suami saya ......... sebagai seorang muslim pada awalnya saya ragu, apa benar bisnis semacam itu jauh dari praktik perjudian dan penipuan.... tapi lama kelamaan suami saya meyakinkan bahwa semua kecurigaan saya itu tidak benar dan dia selalu mengibaratkan bisnis Forex itu seperti bisnis jual beli biasa. di samping itu juga dia memberi contoh keberhasilan temannya yang sudah duluan terjun ke Forex yang mendapatkan profit kalau bisa ditebak tebak mungkin sekarang sudah mencapai em em an ..... entah em ember ato em empang entahlah
yah yang namanya saya sebagai manusia biasa, siapa sich yang ga tergiur dengan hal yg semacam itu... apalagi kalau sudah mencium bau uang.... ya saya ga mau munafik lah, kalau kita hidup memang butuh uang.. uang memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya butuh uang.
Akhirnya saya dengan suami saya sepakat untuk berencana terjun ke bisnis forex namun disini kami terkendala masalah modal... sehingga kami bersabar untuk mengumpulkan modal sembari suami saya tetap terus bekerja.
nah kebetulan sekali teman suami saya yang telah berhasil di forex, dia ingin mengelolakan dana kami seberapa pun kami punya uang... dengan kesepakatan kami akan mendpatkan profit 50% dari dana yg di kelolakan, jadi entah dia nantinya mendapatkan profit 100% ataupun 400% kami tidak berhak menuntut penambahan profit. ya kita ngerti lah, 50% itu sudah lebih dari cukup, siapa juga yang mau ngasih uang segitu. ini dia lakukan karna dia sudah membuktikan keberhasilannya dan dia memang benar-benar sangat ingin membantu temannya, tapi ya ga seenak gitu...dia berjanji bantu hanya dalam kurun 3 bulan, sambil kita memperdalami gimana forex
tapi jujur di dalam hati, ada semacam perang batin tentang kehalalannya bisnis forex ini.. mengapa? pertama, meskipun pemahaman saya tentang agama sedikit cetek, tapi setidaknya saya sering membaca buku tentang hadist2 maupun tafsiran alquran... ( tapi itu dulu sih, wkt SMA :"> ) di situ saya pernah membaca, membeli mata uang itu di haramkan.. namun itu masih pemahaman kolot saya, sebelum saya tau bisnis perdagangan berjangka dan fatwa MUI yang membolehkan namun dengan persyaratan.
yang kedua, ada juga dalam hadist nabi yang melarang jual beli yang fisiknya ga ada ataupun belum di lihat, ibaratnya beli kucing dalam karung. namun untuk yang ini saya masih sedikit open pemahaman... di jaman sekarang yang serba canggih dan speed ini, kita ga bisa menyamakan dengan zaman di saat nabi.... jual beli online semisal contoh saya mau membeli baju lewat online, apa bisa itu di anggap haram? saya rasa itu terlalu berlebihan ( kalo anak gahol bilangnya lebaayyy). memang saya akui, jual beli online sarat dengan penipuan karna kita ga tau pasti barangnya benar2 ada ato engga, alamat penjualnya,atau niat penjualnya. kalo di tipu, mau ngelapor kemana coba? sebabnya sepupu saya pernah ngalamin, beli BB lewat internet. klo saya bilang sih bukan sepenuhnya salah si penjahat, spupu saya juga aneh2, ngapain coba BB sudah tau black market masih juga mau di beli, kalo ada apa2, ga da garansinya pula.. so KEJAHATAN BUKAN TERJADI KARNA ADA NIAT PELAKUNYA, TAPI JUGA KARNA ADA KESEMPATAN, MAKA DARI ITU WASPADALAH..!!! WASPADALAH..!!!! hahaaha
nah dari dua alasan saya di atas tadi adalah masih salah satu nya yang menjadi dilema... de el el nya belum...karna dari semua referensi yang saya cari di bokap google, semuanya selalu mengatakan diperbolehkan yang pada intinya halal, karna memasukkan hadist2, fatwa MUI, dan pakar2 ulama.. yah namanya kita ga tapi ngudeng yang soal gituan, ya udah, kita mah ngebontel aja..
namun di sini yang saya ga ngerti sampe sekarang, kenapa di fatwa MUI ko ga menegaskan mana-mana yang haram, mana2 yang halal. jadi semuanya jelas, ga burem ato abu-abu... sehingga semua orang menganalisa fatwanya dengan versinya masing-masing. sebenarnya itu menjadi pe-ernya bapa-bapa MUI. memang sih di maklumin, membuat fatwa itu ga mudah, tapi setidaknya kita butuh imam dan kiblat untuk suatu perkara.
kembali lagi ke permasalahan saya tadi yang bingung soal kejelasannya forex. karna banyak sumber yang bilang boleh, dan belum ada sumber yang mengatakan haram, maka saya putuskan untuk terus belajar bersama-sama suami saya...jujur, langsung saya simpulkan, selama saya mulai dari ngumpulin modal sampai saya sudah langsung mau terjun ke live account, saya bersama suami saya menagalami kendala terus menerus...setiap ada peluang, pasti hambatan yang saya dapat.... sering saya bilang ke suami saya, apa benar ya, Allah SWT ga ngijinin kami untuk terjun ke Forex...selain karna high risk ato juga kejelasan hukum yang belum jelas buat orang buta di agama seperti saya.. ada apa ini sebenarnya??? semua pertanyaan2 itu masih muter2 di kepala saya, sampe kadang saya sering nglamun sendiri mikirinnya...
sampe pada suatu saat saya membuka bokap google lagi dengan keyword ilmu valas, dan yang saya temukan malah kalimat forex itu judi..... seketika itu saya langsung membuka blognya.... pada awalnya saya ga ngeh pada penjelasannya om yang make username genghis kun yang seorang dokter mercy... namun setelah di sesi perdebatan ato tanya jawab, akhirnya saya paham maksud dr genghis kun tersebut yg mengatakan forex itu judi yang artinya forex itu haram....jujur saya salut dengan genghis kun, dia berani mengatakan haram di saat yang lainnya mengatakan kehalalannya. dan menurut saya pemikirannya masuk di akal setelah saya sangkut pautkan... bagaimana saya ga salut, MUI aja belum mengeluarkan fatwa yang benar-benar jelas yang mungkin fokus di tujukan ke forex...sebenarnya ini adalah permasalahan besar, mengingat forex sudah di kenal luas masyarakat dari hari ke hari dengan iklan-iklan yang gencar di publikasikan oleh broker-broker
di situ saya mulai feedback lagi ke perjuangan saya untuk mau terjun ke live account yang banyak mengalami hambatan.... kalau memang betul pernyataan dan pemikirannya ghengis kun itu betul, bisa jadi ALLAH SWT masih sayang kepada saya dan suami saya, agar kami ga terjerumus... namun kedelimaan baru muncul lagi, ternyata suami saya sekarang ga sependapat. dia tetap mengatakan kalau forex itu halal... saya jd smakin dilema, gimana engga... dia sebagai kepala rumah tangga yang akan menafkahin istri dan anaknya... sedangkan saya saat ini beranggapan kalu forex itu g boleh, namun suami saya bilang boleh, apakah kelak saya di beri makan dengan uang yang menurut saya masih ga boleh.... belum lagi tujuan kami ikut forex untuk menaikkan haji orang tua kami... apakah sah hajinya????? yah sekarang saya mau kembalikan kepada ALLAH aja lagi.... rada ruwet kepala ini kakaaa hehehe
namun di sini saya ga ngejudge kalau forex itu g di perbolehkan....itu kembali ke orang yang mau mencari ke jalan yang mana.... saya ga pro ke siapa-siapa. saya hanya ingin mencari jalan yang aman. jalan yang sesuai dengan prinsip hidup saya... karna saya orang yang plintat plintut dala menghadapi suatu perkara... namun saya ga berani ngotak ngatik tentang komitmen dalam beragama....
mungkin segini dulu sharingnya yah.... uyyyyuuuh bujur bilangnya orang banjar (uyuh bujur = cape betul) hehehe
Langganan:
Postingan (Atom)